Jumat, 27 September 2013

Kelebihan dan kekurangan 4G LTE (long term evolution)



Kemarin kita sudah membahas tentang apa itu jaringan 4G LTE ( long term evolution )
Setiap hal pasti memiliki kekurangan dan kelebihan maka pada kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang apa saja kelebihan dan kekurangan 4G LTE ( long term evolution )
Kelebihan Teknologi 4G LTE :
  • Teknologi LTE menawarkan kecepatan downlink hingga 300 Mbps dan Uplink 75 Mbps
  • LTE menggunakan Orthogonal Frequency Division Mutiplexing (OFDM) yang mentransmisikan data melaului banyak operator spektrum radio yang masing-masing sebesar 180 kHz
  • Mendukung gelombang frekuensi yang saat ini digunakan oleh sistem IMT dan ITU-R
  • Untuk di perkotaan, frekuensi band yang lebih tinggi dan digunakan untuk mendukung kecepatan tinggi mobile broadband
  • Mendukung MBSFN (Multicast Broadcast Single Frequency Network)
  • Peningkatan dukungan mobilitas tinggi
Kekurangan Teknologi 4G LTE :
  • Biaya untuk infrastruktur jaringan baru realtif mahal
  • Jaringan harus diperbaharui maka peralatan baru harus diinstal
  • LTE menggunakan MIMO (Multiple Input Multiple Output), tentunya memerlukan antena tambahan pada pancaran pangakalan jaringan untuk transmisi data
  • Sebagai akibatnya jika terjadi pembaharuan jaringan maka pengguna perlu membeli mobile device baru agar dapat menikmati jaringan yang mendukung teknologi LTE
Itulah kelebihan dan kekurangan dari 4G LTE ( long term evolution )...

Kamis, 26 September 2013

Mengenal 4G LTE

Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai apa itu jaringan 4G LTE ( long term evolution ) ini adalah sebuah standar komunikasi dasar nirkabel tingkat tinggi yang di dasarkan pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPDA dimana terjadi peningkatan dalam hal kapasitas dan kcepatan menggunakan modulasi Baru.
Format LTE itu sendiri pertama kali di usulkan oleh NTT CoOmo dari jepang dan telah di adopsi  sebagai standar internasional. LTE adalah standar untuk teknologi nirkabel dan merupakan lanjutan dari teknologi GSM/UMTS standar, tujuannya sendiri adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan jaringan data nirkable menggunakan teknik DSP ( digital signal processing ) dan modulasi yang di kembangkan pada awal milinium baru.
Beberapa kelebihan yang dimiliki LTE antaralain:
1. Tingkat download sampai dengan 299.6 Mbis/s dan tingkat upload gingga 75.5 Mbis/s tergantung pada katrgori perangkat yang digunakan.
2. Peningkatan dukungan untuk mobilitas, sebagai contoh dukungan untuk terminal bergerak hingga 350km/jam atau 500 km/jam tergantung pita frekuensi
3. Dukungan untuk semua gelombang frekuensi yang saat ini digunakan oleh sistem IMT dan ITU-R
4. Di daerah kota dan perkotaan, frekuensi band yang lebih tinggi (seperti 2.6 GHz di Uni Eropa) digunakan untuk mendukung kecepatan tinggi mobile broadband.
5. Dukungan untuk MBSFN (Multicast Broadcast Single Frequency Network). Fitur ini dapat memberikan layanan seperti Mobile TV menggunakan infrastruktur LTE, dan merupakan pesaing untuk layanan DVB-H berbasis siaran TV.
- See more at: http://www.teknokers.com/taukah-kamu-apa-itu-4g-lte-ini-dia-jawabannya.html#sthash.uwEaNZtC.dpuf

Selasa, 24 September 2013

ABS ( anti-lock breking sistem )


 

Anti-lock braking sistem atau yang biasa kita kenal dengan ABS emerupakan sistem pengereman pada mobil agar tidak terjadi penguncian roda ketika terjadi pengereman mendadak/keras.
Sistem ini bekerja apabila pada mobil terjadi pengereman keras sehingga salah sebagian atau semua roda berhenti sementara mobil masih melaju.
membuat kendaraan tidak terkendali sama sekali. Ketika sensornya mendeteksi ada roda mengunci, ia akan memerintahkan piston rem untuk mengendurkan tekanan, lalu mengeraskannya kembali begitu roda berputar. Proses itu berlangsung sangat cepat, bisa mencapai 15 kali/detik. Efeknya adalah mobil tetap dapat dikendalikan dan jarak pengereman makin efektif.
Manfaat Fitur ABS
Kesalahan persepsi pada fungsi rem menyebabkan redahnya pemahaman konsumen pada manfaat rem ABS (Anti-lock Braking System). Karena itu, tak mengherankan bila masih banyak konsumen mobil yang menganggap sepele fungsi fitur rem ABS. Padahal, fitur ABS sangat besar manfaatnya bagi keselamatan berkendara, terutama saat pengereman mendadak� terlebih dilakukan di jalan yang licin.
Sampai detik ini pun banyak di antara pengemudi yang memahami rem sebagai penghenti laju kendaraan. Padahal, fungsi rem hanyalah mengurangi putaran roda. Cobalah Anda bayangkan, mengapa mobil yang berlari kencang masih meluncur ketika rem sudah diinjak sedemikian dalamnya. Apalagi bila dilakukan dalam kondisi lintasan basah atau berpasir.
Penyebab masih meluncurnya mobil setelah di rem bukan karena roda yang masih berputar, tapi diakibatkan gaya sentrifugal. Semakin kencang pergerakan mobil maka semakin besar potensi gaya sentrifugal yang diterimanya ketika dilakukan pengentian mendadak.
Pada mobil tanpa fitur ABS gaya sentrifugal yang besar bahkan mampu menyeret ban yang terkunci oleh rem.
Efek dari gaya sentrifugal memang hanya melempar mobil lurus ke depan. Namun bisa dibayangkan, bagaimana bila ketika gaya sentrifugal diterima mobil posisi roda depan sedang dalam keadaan miring. Ya, mobil akan meluncur tak terkendali, bahkan paling fatal mengakibatkan mobil terbalik.
Untuk mengurangi gaya sentrifugal itulah maka tercipta rem ABS. Namun jauh sebelum ABS ditemukan para pembalap telah menerapkan prinsif kerja rem ABS secara manual. Para pembalap biasanya melakukan pengereman dari kecepatan tinggi dengan cara menekan pedal rem secara bertahap, dalam reflek tinggi dan bobot tekanan yang berbeda-beda.
Pengemudi awam kerap memahami metode ini dengan melakukan tindakan “mengocok” rem. Namun hampir sebagian besar dari mereka salah menerapkannya. Alhasil, tak ada manfaat dari tindakannya itu.
Sebetulnya, yang dilakukan pembalap tempo dulu (sebelum ditemukan ABS) sama dengan prinsip sederhana kerja fitur ABS. ABS melakukan pengurangan laju secara gradual dengan pengereman bertahap. Metode kerjanya dikontrol secara mekanis. Tujuannya, untuk menghindari roda terkunci, sehingga potensi gaya sentrifugal yang akan mendorong mobil ikut terkurangi.
Pada mobil-mobil mahal, sistem ABS sudah dikontrol oleh teknologi komputer yang cerdas. Beberapa mobil canggih bahkan bisa mengontrol besaran tekanan rem yang dibutuhkan untuk masing-masing roda.
Namun terkadang, tanpa di sadari, banyak pengendara mobil berfitur ABS masih memperlakukan gaya pengereman “mengocok”. Tindakan ini sama sekali tidak dibutuhkan. Sebaliknya bila hal ini dilakukan maka hanya akan membingungka sensor ABS yang pada ujungnya mengurangi sensitifitas pengereman.
Jadi, bila Anda ingin membeli mobil pikirkan manfaat fitur ABS. Lagi pula apa ruginya menambah uang untuk sebuah sistem yang akan memberi keselamatan bagi Anda dan keluarga?
sekilas sudah saya bahas mengenai apa itu ABS ( anti-lock braking sistem ) namun terlepas dari menggunakan ABS atau tidaknya kendaraan kita keselamatan di jalan raya kita sendirilah yang mnentukanya, jadi patuhilah rambu-rambu lalu lintas yang ada.